Profil Desa

Desa Samberan yaitu sebuah kata yang berasal dari Samberani yang berarti kuda sakti. Konon menurut cerita para orang-orang tua/sesepuh di desa bahwa dahulu kala telah terjadi peperangan antara Kadipaten Tuban yang dipimpin oleh Ronggolawe dengan prajurit kerajaan Mojopahit yang disebabkan prabu Ronggolawe mbalelo/tidak sowan abdi dalem ke raja Majapahit , dan hal tersebut memicu kemarahan sang raja sehingga diutuslah prajurit Mojopahit untuk memaksa Ronggolawe agar menghadap sang raja. Namun demikian utusan tersebut tidak dihirukan oleh bupati tuban dan akhirnya timbulah pertikaian antara prajurit mojopahit dengan prajurit kadipaten Tuban yang dipimpin langsung oleh prabu Ronggolawe.

Dalam peperangan tersebut prajurit mojopahit kewalahan menghadapi kasaktian sang Ronggolawe hingga bercerai berai ada yang terbunuh dan yang lain melarikan diri.  Ketika itu ada seorang laki-laki dengan luka parah darah berceceran, di atas punggung kuda berlari kencang  menuju sungai yang lebar (bengawan solo) dan berenang menyeberanginya hingga berhenti di sebuah sumur  (sumur gede-samberan) dan ditempat itulah sang prajurit yang konon namanya Bambang Sumantri beristirahat dan menyembuhkan lukanya.  Hingga suatu hari datanglah seseorang namanya gapuk dan membantunya tetapi karena lukanya sangat parah akhirnya sang prajurit meninggal dunia yang sekarang makamnya di dukuh Jumo Ds. Samberan sampai sekarang masih dianggap kramat dan  tinggalah kudanya dengan warna putih yang konon bukan kuda biasa  yang kadang-kadang terbang pulang dan pergi yang tidak diketahui tujuannya yang oleh warga di namakan kuda samberani. Nah hingga suatu masa berdirilah sebuah desa di situ yang dinamai Desa Samberan yang berasal dari Nama Kuda sakti Samberani. Dan sampai sekarang mitos tentang kegigihan dan kesaktian prajurit sumantri dengan kudanya samberani sangat dipercaya warga samberan, khususnya para pemuda mereka berziarah dan berdo’a ke makam Sumantri ketika mendaftar masuk prajurit baik TNI maupun Polri.